Selasa, 27 Januari 2015

Dasar Tobi Cengeng (Akatsuki Fanfiction)



Akatsuki Fanfiction
Title                : Dasar, si Tobi cengeng
Author           : Uchiha Fang Diggory
Genre            : Humor (mungkin?)
Main cast      : Akatsuki (Pein, Konan, Itachi, Kisame, Deidara, Sasori, Hidan,  Tobi, Zetsu, Kakuzu)
Rating            : K+
Type               : Oneshoot
Disclaimer    : Naruto (Masashi Kishimoto)
Warning        : Gaje, garing, OOC
Summary      : si Lolipop jeruk mandarin anak autis a.k.a Tobi (Author digeplak Tobi). Nangis gak   karuan sambil guling-gulingan *gapapa biar lantai markas Akatsuki yang bulukan itu jadi kinclong (Author disambit sendal jepit sama member akatsuki). Gara-gara Tobi nangis gak karuan membuat semua member Akatsuki yang lain pusing 12.345,9671 keliling.

            “Huuuweeeeee!”. Tobi menangis tidak karuan saat tiba di markas Akatsuki. Tangisan Tobi membuat seisi bumi (baca: seisi markas Akatsuki) itu langsung hening, karena mendengar tangisan Tobi yang bisa membuat orang yang mendengarkannya harus bolak-balik ke THT.
            “Ada apa sih, ganggu orang lagi asik ngitung duit aja nih”. Ujar Kakuzu yang matanya tidak beralih dari uang dan mulutnya yang komat-kamit seperti Hidan (author di gampar Hidan karena mengganggu ritualnya) saat menghitung uang yang sudah di anggap seperti anak sendiri (?)
            “Kamu kenapa sih Tobi?”. Tanya Konan dengan nada keibuannya (?). “Tobi, Hiks, Lolipop, hiks, Hhuuweeee!”. Belum selesai bicara, Tobi sudah menangis lagi. “Kau kan member Akatsuki, jadi jangan mencemarkan nama baik Akatsuki dengan tingkah lakumu itu dong!”. Deidara menceramahi Tobi.
            “Huuweeeeee, hiks, hiks, ei-enpai, hiks,ahat”. (Translate: Dei-Senpai jahat). Seketika tangisan Tobi makin membahana dan melanglang buana dari timur kebarat selatan ke utara tak juga aku temukan (Author malah nyanyi lagu Wali). Karena tangisan Tobi, Naruto yang sedang menyeruput kuah ramennya, jadi menyemburkan kuahnya ke arah Sasuke yang ada di sebelah kanannya (?)* berarti Naruto makan menghadap ke arah Sasuke?, Sakura sweatdrop, Kakashi tersedak, Shikamaru jadi terbangun dari mimpinya yang indah bersama Temari (?), Choji tersedak keripik kentangnya, neji yang rambutnya di ikat menjadi terurai indah karena hembusan angin (?), *gak nyambung (Author terpesona 0_0).
            “Udah dong Deidara, sekarang kita hibur Tobi aja biar senang dan berhenti nangis tentunya”. Ujar Sasori menengahkan. “Tobi mau Lolipop, nanti om (?) Kisame bawain Lolipop kepala ikan se gerobak ya?”. Tanya Kisame yang memulai acara Reality show yang berjudul ‘Tobi anak baik kenapa nangis?’ (Reader sweatdrop). “Huweeeeee, hiks, obi, ak, au, hiks, huweeee!”. (Translate: Tobi gak mau). Gimana gak mau, orang Lolipop kepala ikan gimana Tobi gak nangis coba?. “Dasar, Kisame baka! Tobi mana mau begituan”. Sambung Zetsu.
            “Tobi kenapa nangis?”. Tanya hidan yang baru menyelesaikan ritual gaje nya untuk DJ (Author di bacok Hidan karena bilang itu ritual gaje). “Tobi coba jelasin apa  yang terjadi?”. Kata Itachi dengan nada datar dan wajah yang cool itu, tetapi tetap saja kelihatan tua dengan garis yang ada di wajahnya (baca : Keriput). (Author di Amaterasu Itachi). “Hiks, hiks, ja-j-jadi”
Flashback
“Tobi punya Lolipop, Tobi punya lolipop, Tobi punya lolipop rasa jeruk mandarin. Lolipop rasa jeruk,rasa jeruk mandarin, kalo ada yang mau Tobi gak mau ngasih. Tobi punya lolipop satu gerobaaakkkk!! Hei nak, kamu belum bayar lolipop nya! (nadanya kayak: hei baling-baling bambu). La la la Tobi sayang sekali Lolipop-chan (?)*nyanyi nada Doraemon.
            “Itu si Tobi dari Akatsuki kan?”. Tanya Kakashi dengan nada heran. “Padahal dia lebih tua dari kita”. Kata Naruto. “Kita, Hellow, kalian aja kalee gue enggak”. Alaynya Kakashi kambuh (Reader sweatdrop). “Dia seperti bocah seumuran Konohamaru”. Kata Sasuke. “Iya, dia seperti bukan anggota Akatsuki”. Sambung Sakura.
            “Hai, Namikaze Naruto!”. Sapa Tobi. “Heii! Topeng lolipop jeruk, namaku itu Uzumaki Naruto, seenaknya saja kau ini merubah namaku, hhh kuserang dengan jurus baruku baru tau!”. Omel Naruto.
“Hn, sombong sekali dia”. Batin Sasuke. Bilang aja kalo Sasu jealous kan? *tidaaakk author di chidori sama Sasu.
“Tobi anak baik, bukan topeng lolipop tau! Weeekk”. Tobi menjulurkan lidah nya ke Naruto. “Kau ini!! Ingin ku hajar rupanya ya”. Munculah empat siku-siku merah di dahi Naruto. Disaat Naruto ingin menghajar si Lolipop itu, tiba-tiba ada tangan yang cukup besar dan kuat menahan tubuhnya. Tangan siapa, ayo ditebak dan kirim jawabannya di nomor yang ada di bawah ini *Author dihajar reader.
            Back to the story
Rupanya itu tangan Kakashi. Meskipun tangannya menahan tubuh Naruto, tetapi matanya tetap tertuju pada novel kesayangannya yaitu Icha Icha Paradise. “hei Naruto, kau tidak usah melawannya, buang-buang waktu saja, lagipula tidak ada gunanya”. Kakashi menceramahi Naruto.
Tiba-tiba
Brukkk! Lolipop tobi terjatuh, Konohamaru yang menjatuhkannya dengan tidak sengaja. “Untung saja Lolipopnya di kasih Plastik”. Tobi cengengesan *emang keliatan ya? Kan dia pake topeng? (abaikan!). Namun disaat Tobi ingin mengambil lolipop nya, tiba-tiba Rock lee dengan semangat masa muda-nya dan dengan gigi yang berkilauan, bak model iklan pasta gigi (?) tidak sengaja menginjak lolipop Tobi dengan tidak ber-peri ke lolipop-an . Rupanya Lee sedang mengejar Konohamaru saat itu.
“Rr, apa yang akan terjadi ya?”. Tanya Sasuke penasaran. “Apa dia akan menangis?”. Tanya Naruto. “Atau dia marah?”. Tanya Kakashi. “Ta-ta p-pi ba-ba gai-ma-na wa-wa jahnya saat sedang marah?”. Tiba-tiba Hinata sudah berdiri disamping Sakura dan ikut-ikutan penasaran.
Tobi terdiam, dan Sharingan-nya mulai terlihat, ia mengepal tangannya, dan sifatnya terbalik dengan Tobi yang biasanya. Kakashi, Naruto, Sasuke, Sakura, Hinata, Lee, dan Konohamaru sudah menjauh beberapa langkah dari Tobi.
1 detik...
2 detik...
3 detik..
1 menit...
2 menit...
3 jam....
15 jam....
12 hari...
7 bulan
1 abad... (Reader: wooiii author, durasi, durasi, keburu iklan nih (Author sweatdrop))
Setelah 1 abad 35 dasawarsa 8 windu 14 tahun 50 bulan 65 minggu 372, 435 hari akhirnya... “Huweeeeeee, lo-lo lipop Tobi huuwwweeee”. Seketika Kakashi menutup telinga Naruto, Naruto menutup telinga Sasuke, Sasuke menutup telinga Sakura, dan Sakura menutup telinga Hinata, dan Hinata menutup telinga Kakashi. Jadinya mereka menutup telinga berjamaah (?). Tobi lalu pergi meninggalkan lolipopnya dan berlari ke markas Akatsuki, dengan air mata yang berlinang, ingus yang meler ber ayun-ayun di dekat hidungnya, dan hati yang hancur, sungguh orang yang menginjak lolipop itu sangat-sangat tidak ber peri-ke-lolipop-an.
            Kembali ke markas Akatsuki........
“oh, jadi gitu”. Sambung Pain yang dari tadi baru kedengeran suaranya. “kemane aja loe?”. Itachi bertanya dengan alaynya, nampaknya ia tertular alaynya Kakashi (?). “er, gimana ya?”. Pain bingung sendiri. “Paling abis baca manga Yaoi”. Sambung Zetsu hitam.  “Ishh, tak patut, tak patut”. Kata Zetsu putih yang lagi suka-sukanya sama kartun Upin-Ipin. “aha!”. Tiba-tiba muncul lampu, eh lampu udah biasa. Ulang, “aha!” tiba-tiba muncullah petir menggelegar di atas kepala Deidara. Author : bukannya ledakan ya? Deidara : Banyak cincong lu thor, kan ini trend baru di Konoha. Author: rrr (sweatdrop). “Ayo!” akhirnya Akatsuki minus Tobi membuat lingkaran kecil lingkaran kecil lingkaran kecil, lingkaran besar lingkaran besar lingkaran besar.
Reader: “nyanyi lu thor”
Author: “ nggaak, gua lagi nyinden”
Reader: “oh, yaudah, nyesel gua baca fic ini, author nya sedeng”
Author: “Apa lu bilang!! Avada kedavra!!”. Akhirnya reader yang nista itu terpental dan terbujur kaku dengan mata yang terbelalak.
Author: “hh, rasain lu! Gua kan cucu nya Voldemort! Hahahahaha, hahahaha, hahaha, uhuk,uhuk, uek!”.
Dan Voldemort tertawa terbahak-bahak di alam baka, sampai hidungnya numbuh lagi.
Voldemort: “bagus cucuku huwahahahaha”
Reader yang satu lagi : (sweatdrop) “rr, Author yang baik hati dan tidak sombong serta rajin menabung, bisa lanjut gak ceritanya?”
Author: “okeh, maaf, maaf, author khilaf”
            Setelah para Akatsuki minus Tobi berunding, mereka sepakat untuk menyuruh setiap anggota menghibur Tobi dengan cara masing-masing.
Author: “Er, kenapa gak beli lolipop baru aja?”
Kakuzu: “ogah, utang si Tobi udah banyak gegara dia setiap beli lolipop pasti gak dibayar, akhirnya kan gue juga yang bayar”. Kakuzu curhat ke Author
Author: “oh”
            “okay, now, you turn Deidara”. Kata Kisame dengan gaya SOK Inggris-nya. “ayayay kapten”. Deidara menjawab dengan gaya Spongebob. Deidara lalu meledakkan semua petasan yang baru iya beli di pasar malam *emang di Konoha ada pasar malam ya? Bukannya membuat Tobi senang ia malah membuat tangisan Tobi jadi makin meledak. Dan Deidara di lempar panci, penggorengan, ember, bahkan gas 12 Kg oleh ibu-ibu se- Konoha. Deidara gugur di medan perjuangan melawan emak-emak Konoha. Dan ia pulang dengan tubuh yang babak belur.
            “Oke Deidara gagal, sekarang giliran Sasori”. Kisame menunjuk Sasori. “okey!”. Lalu Sasori membawa semua perkakasnya, alias boneka Anabelle, Barbie, Chucky, jelangkung, dan memainkan sebuah drama dari film yang cukup terkenal yaitu ‘Twilight Breaking Dawn Part 1’. Boneka Barbie menjadi Isabella Swan, Boneka Chucky jadi Edward Cullen, Jelangkung jadi Jacob Black, dan Boneka Anabelle jadi Renesmee Cullen. Dengan segera Konan menutup mata Tobi *lah kan emang ketutup matanya (Author di sumpel kaos kaki Kisame yang gak pernah dicuci). “Tobi anak baik gaboleh liat Drama nya Sasori ya, Tobi kan anak baik”. Kata Konan. Mendengar omongan Konan Sasori sakit hati, dan dia nangis di pojokan sambil nyanyi lagunya Cita Citata dengan suara sumbangnya.
            “Oke Sasori juga gagal, sekarang giliran Kakuzu, beri tepuk tangan yang meriah!”. Huuuuu, plok, plok, cit cuit pok,pok,pok,pok. (Reader sweatdrop). “Biar adem Tobi, om (?) Kakuzu kipasin ya, nih om baru nemu kipas gedeeee banget, untung juga kalo di jual (Akatsuki Sweatdrop).
Sementara di lain tempat..
“Aduh, dimana ya, Kankuro, cepat cari , Gaara kau jangan diam saja ayo bantu aku!” . Ternyata kipas yang di pungut Kakuzu itu adalah kipasnya Temari. “Hh mendokusai na!”. Gaara nyeletuk. (Author: hah? Gaara nyeletuk, tumben).
Di lain tempat..
Ciaaaa, wattaw, wattaw, gubrraakk, gubrrakk, meong (?). Shikamaru tiba-tiba terbangun dan melakukan kung fu ala film Karate Kid.
Reader: “Author, kalo promosi jangan disini”
Author: “hehehe, maaf, maaf”
            “kau kenapa Shikamaru?”. Tanya Ino penasaran. “Rasanya....ada yang meniru kata-kata yang menjadi ciri khas ku”. Kata Shikamaru dengan gaya ala orang berfikir.
1 detik......
2 detik......
3 detik...... dan GUUUBBBRRAKKK
Ino bergubrak ria, oke balik ke Temari.
“Aku rasa kipas itu milikmu”. Kata Kankuro sambil menunjuk ke markas Akatsuki yang sudah tidak ada atapnya lagi (?).
Flashback
“Ini dia”. JEEDDDDARRRR. “Aduh”. Semua Anggota Akatsuki terjatuh dengan posisi Pain memeluk manga Yaoi nya, Itachi melindungi krim anti keriputnya, Kakuzu diam di tempat, Tobi terpental, Zetsu putih dan Zetsu Hitam bercampur jadi Zetsu Abu-abu, Kisame melindungi adik-adik nya yaitu ikan mas dan ikan koi yang baru di colongnya dari toko ikan. Hidan Komat kamit minta pertolongan DJ. Sasori masih nangis di pojokan sama boneka Anabelle nya, Deidara meledakkan semua petasannya(?), sedangkan Konan mengambil uang Kakuzu yang berterbangan (hh, mencari kesempatan di dalam kesempitan, dasar Konan).
Balik ke Temari dan adik-adiknya.
“E, rasanya kipas itu sudah digunakan”. Kankuro sweatdrop. “hh dasar Akatsuki bodoh, sembarangan menggunakan kipasku”. Temari mulai naik kelas, eh maksudnya mulai naik darah, sementara Gaara, dia hanya diam dan cuek saja dengan kedua kakaknya itu. “Ayo, tunggu apa lagi, cepat kita kesana”. Ajak Kankuro.
“Heii, kalian!”. Semua anggota Akatsuki menatap temari, Gaara, dan Kankuro cengo. “kembalikan kipas ku”. Temari membentak Kakuzu. “tidak, kipas ini aku yang menemukannya, jadi kipas ini milikku”. Kakuzu ngotot. “Kembalikan saja Kakuzu,  lagipula, kipas itu hanya bisa merusak  markas Kita yang megah ini” kata Pain dengan Puppy eyes nya (Author dan reader sweatdrop berjamaah).
Melihat Tobi yang menangis, Gaara menjadi iba (?) lalu dengan pasir nya ia membuat istana pasir, mata Tobi berbinar, anggota Akatsuki yang lain merasa kalau Tobi akan berhenti menangis. “Ayo Gaara, ia sudah mengembalikan kipasnya, ayo kita pulang, untuk apa kita berlama-lama di sini”. Kata Temari,  Gaara mengangguk berarti iya, lalu mereka bertiga meninggalkan markas Akatsuki yang sudah setengah hancur itu. “Istana pasir nya bagus sekali un”. Deidara membatin. Ia lalu melirik Sasori yang juga merasa tertandingi oleh karya seni dari pasir milik Gaara. Lalu mereka berdua mengangguk dan langsung menghancurkan istana pasir itu. “Huuwwweeeee, Dei-Senpai sama Sasori-Senpai kok jahat, Tobi suka istana pasirnya hiks, hiks, huuweeeee”.
“er, hhm, baiklah selanjutnya kita sambut Trio K, yaitu Konan, Kisame, dan Kakuzu”. Dan sekarang Zetsu yang menjadi host nya
“Okey, cek, cek, cek, ehhem”. Konan mengetes mikrofon dengan centilnya. “dah Konan mah apa atuh, Cuma selingkuhan nya Pain” (Kisame dan Kakuzu di geplak Konan). Trio K (Kisame, Konan, Kakuzu) menyanyi dengan suara merdu (baca: sumbang dan ancur) mereka, sehingga membuat seluruh anggota Akatsuki hampir tuli dan berlari ke toilet umum terdekat untuk muntah berjamaah.
“Trio K gagal! ayo siapa lagi yang mau?”. Tanya Zetsu. “Aku!” kata Konan dengan semangat 45 nya. Lalu Konan membuat lolipop dari origami, miniatur Tobi dari origami, perahu dari, origami, Shuriken dari origami, kunai dari origami, pesawat dari origami, miniatur Konoha dari origami, wand dari origami, ramen dari origami, samehada dari origami, kipas dari origami, dan setelah 4 jam 25 menit 360 detik Konan selesai membuat karya terbesarnya, yaitu markas Akatsuki dari origami, tanpa ia sadari selama ia membuat semua karyanya itu, Tobi sudah tertidur dengan lelapnya. “Yes aku berhasil!” bisik Konan. “pelankan suaramu” kata Itachi, dan akhirnya Tobi di bawa ke kamarnya dan ia tertidur dengan nyenyak plus wajah Innocent nya. “Merepotkan sekali un!”. Kata Deidara. “Ayo kita tidur, besok kita akan memperbaiki markas ini, kita harus tanggung jawab”. Kata Pain selaku leader. “Ayo kita tidur, selamat malam!”. Kata Sasori.
Akhirnya mereka tidur di markas yang sudah porak-poranda itu, markas hancur gara-gara Tobi, huuh, dasar Tobi cengeng.
                                                                                                                                    ***The End***

           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar